Total Tayangan Laman

Rabu, 08 Mei 2013

ALTERNATIF STRATEGI: STRATEGI DIFERENSIASI



  BAB I
PENDAHULUAN
Strategi perusahaan atau organisasi merupakan suatu wilayah kajian yang selalu menarik untuk dicermati. Begitu banyak pendekatan yang dilakukan, mulai dari sangat kuantitatif sampai pada belajar dari pengalaman sukses seseorang atau suatu perusahaan (best practices).
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar, tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan (secara nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari produk tersebut. Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive).
 Dalam persaingan memasarkan produk, perusahaan perlu membangun strategi pemasaran yang baik. Strategi yang harus dilakukan dalam upaya mencapai target pemasaran dimulai dari dalam perusahaan. Strategi yang perlu dilakukan tersebut adalah strategi diferensiasi. Arti diferensiasi lebih dari pengikatan perbedaan-perbedaan yang rumit yang mewarnai suatu entitas.
Namun strategi diferensial ini juga memiliki resiko, salah satunya adalah jika perbedaan atau keunikan yang ditawarkan produk tersebut ternyata tidak dihargai (dianggap biasa) oleh konsumen. Jika hal ini terjadi, maka pesaing yang menawarkan produk standar dengan strategi biaya rendah akan sangat mudah merebut pasar. Oleh karenanya, dalam strategi jenis ini, kekuatan departemen Penelitian dan Pengembangan sangatlah berperan.
Makalah ini akan membahas tentang alternatif strategi: strategi diferensiasi secara lebih dalam lagi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.                Pengertian Diferensiasi
Philip Kotler (1999), memberikan definisi dari diferensiasi sebagai berikut:“Diferensiasi adalah tindakan merancang satu set perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaing”.[1]
Menurut Kartajaya, diferensiasi adalah semua upaya yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen.[2] Strategi diferensiasi adalah suatu strategi yang dapat memelihara loyalitas pelanggan dimana dengan menggunakan strategi diferensiasi, pelanggan mendapat nilai lebih dibandingkan dengan produk lainnya. Aaker dan Jummaini menyatakan bahwa strategi diferensiasi yang sukses haruslah strategi yang mampu: (a) menghasilkan nilai pelanggan, (b) memunculkan persepsi yang bernilai khas dan baik serta (c) tampil sebagai wujud berbeda yang sulit untuk ditiru.[3]
Esensi dari strategi diferensiasi adalah perusahaan dapat memberikan perbedaan yang lebih unik dari pada pesaing, sehingga dengan perbedaan itu konsumen memiliki nilai yang lebih tinggi.
Diferensiasi adalah strategi yang bertujuan memproduksi barang dan jasa yang di anggap unik oleh industri dan ditujukan kepada pelanggan yang relatif tidak sensitif terhadap harga.
B.                 Sumber Diferensiasi
Perusahaan melakukan deferensiasi terhadap para  pesaingnya bilamana dia berhasil  menampilkan keunikan yang bernilai penting oleh pembeli bukan hanya penawaran harga rendah tetapi keunikan yang lain.
a.         Diferensiasi Produk
Produk fisik merupakan hal yang potensial untuk dijadikan pembeda. Perusahaan dapat membedakan produknya berdasarkan keistimewaan, kualitas kinerja kualitas kesesuaian, daya tahan, keandalan, mudah diperbaiki,  gaya dan rancangan.
b.         Diferensiasi Pelayanan
Pembeda pelayanan yang utama adalah kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan.
c.          Diferensiasi Personel
Perusahaan dapat memperoleh keunggulan bersaing yang kuat denga mempekerjakan dan melatih orang-orang lebih baik. Terdapat 6 (enam) karakteristik yang menunjukkan personil yang terlatih, yaitu kemampuan personel, kesopanan, kredibilitas, dapat diandalkan, cepat tanggap dan komunikasi.
Personalia yang terlatih menunjukan enam karakteristik: kemampuan: memiliki keahlian dan pengetahuan yang diperlukan; kesopanan: ramah, menghormati, dan penuh perhatian; kreadibilitas: dapat dipercaya; Dapat diandalkan: memberikan pelayanan secara konsisten dan akurat; cepat tanggap: Cepat menanggapi permintaan dan permasalahan konsumen; dan komunikasi: berusaha memahami pelanggan dan berkomunikasi dengan jelas.
d.         Diferensiasi Saluran
Perusahaan-perusahaan dapat mencapai keunggulan bersaing melalui cara mereka merancang saluran distribusi, terutama yang menyangkut jangkauan, keahlian ,dan kinerja saluran-saluran tersebut. Dalam melakukan diferensiasi saluran, perusahaan dapat melakukan strategi berdasarkan pada Distribusi Eksklusif, Distribusi  Selektif dan Distribusi Intensif.
e.         Diferensiasi Citra
Para pembeli memiliki tanggapan berbeda terhadap citra perusahaan atau merek. Identitas dan citra perlu dibedakan. Identitas terdiri dari berbagai cara yang dimaksudkan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi atau memposisikan diri atau produknya. Citra adalah cara masyarakat mempersepsi (memikirkan) perusahaan atau produknya. Identitas yang efektif melakukan tiga hal: ia membangun karakter produk dan proposisi nilai. Perusahaan dapat mengekspresikan citra dengan melalui lambang, media tertulis dan audio visual serta suasana.
C.                Strategi Diferensiasi
Diferensiasi berakar dari upaya menciptakan nilai pembeli secara unik. untuk mencapai diferensiasi yang tahan lama, perusahaan perlu melaksanakan secara unik sejumlah aktivitas nilai yang mempunyai dampak atas criteria pembelian itu. Untuk bisa memenuhi sejumlah criteria pembelian, maka perusahaan perlu melakukan suatu aktivitas nilai saja dengan baik, cerdik, inovatif. Criteria pembelian lainnya dipengaruhi oleh banyak aktivitas perusahaan. Misalnya, waktu penyerahan barang dapat dipengaruhi antara lain oleh operasi, logistic keluar, dan pengolahan pesanan.
Strategi diferensiasi bertujuan untuk menciptakan jurang terlebar antara nilai pembeli yang tercipta (dan, karenanya premi harga yang berhasil ditetapkan) dan biaya keunikan dalam rantai nilai perusahaan. Biaya diferensiasi akan berbeda-beda menurut aktivitas nilainya, dan perusahaan bersangkutan perlu memilih aktivitas yang kontribusinya pada nilai pembeli adalah yang terbesar relative terhadap biayanya.
Komponen akhir pada strategi diferensiasi adalah daya tahan. Diferensiasi tidak akan mendorong tercapainya premi harga dalam jangka panjang kecuali jika sumbernya tetap memiliki nilai bagi pembeli dan tidak bisa ditiru pesaing. Jadi, perusahaan harus menemukan sumber keunikan yang tahan lama dan terlindung oleh penghalang peniruan.


D.                Langkah-langkah dalam Diferensiasi[4]
Secara garis besar langkah-langkah analisis yang di perlukan untuk menentukan landasan bagi diferensiasi dan menyeleksi strategi diferensiasi adalah segai berikit:
1.      Menentukan pembeli sesungguhnya.
2.      Mengidentifikasi rantai nilai pembeli dan dampak perusahaan atas rantai nilai ini.
3.      Menentukan susunan peringkat kriteria pembelian pembeli.
4.      Menilai sumber keunikan yang sudah ada atau yang mungkin ada dalam rantai nilai perusahaan.
5.      Mengidentifikasikan biaya sumber diferensiasi yang sudah ada dan yang potensial
6.      Memilih konfigurasi aktivitas nilai yang menciptakan diferensiasi paling bernilai bagi pembeli relatif terhadap biaya diferensiasi.
7.      Menguji daya tahan strategi diferensiasi yang telah di pilih.
8.      Menurunkan biaya dalam aktivitas yang tidak mempengaruhi bentuk diferensiasi yang di pilih.
E.                 Keuntungan dari Strategi Diferensiasi,
Beberapa keuntunganyang di dapatkan antara lain;
1                     Produk lebih mudah diingat para konsumen Pada dasarnya segala sesuatu yang unik dan berbeda, tentu akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga mereka lebih mudah mengenali dan mengingat produk tersebut, dibandingkan produk lainnya yang sudah umum di pasaran.
2                     Produk lebih unggul dibandingkan dengan produk lainnya.
Jika produk lainnya sudah dianggap standar oleh para konsumen, dengan menciptakan diferensiasi maka produk Anda akan terlihat lebih unggul dibandingkan produk lainnya yang sudah banyak beredar dipasaran. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi para pemasar, karena dengan produk yang unggul akan memudahkannya dalam membangun loyalitas konsumen.
3                     Harga Jual Produk lebih tinggi.
Sebuah produk yang memiliki keunikan khusus, biasanya akan diburu konsumen dengan harga berapapun. Jadi tidak heran bila harga jual produk limited edition bisa lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk lainnya yang sudah banyak beredar dipasaran. Karena kebanyakan konsumen berani membayar mahal, untuk dapat menikmati produk inovatif yang ditawarkan pelaku pasar.
4                     Mengatasi masalah kejenuhan pasa, Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut sesuai dengan daur hidupnya yang terus berputar, maka adanya diferensiasi produk dapat membantu para pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang biasa ditawarkannya
5                     Membantu terciptanya image produk,Semakin unik produk yang Anda tawarkan, maka akan semakin memudahkan konsumen dalam mengenali produk tersebut. Dan semakin banyak konsumen yang mengenali produk Anda, maka semakin besar pula peluang Anda untuk menanamkan image produk yang Anda tawarkan di hati para konsumen. Sehingga Anda dapat menentukan positioning yang tepat, sesuai dengan target pasar yang Anda bidik.
6                     Fleksibilitas produk yang lebih besar
7                     Kompabilitas produk yang lebih besar
8                     Jasa yang lebih baik
9                     Perawatan lebih sedikit
10                 Kenyamanan lebih besar
F.                 Diferensiasi dan Rantai Nilai
Deferensiasi tidak dapat dipahami dengan hanya memandang perusahaan bersangkutan secara keseluruhan, melainkan melalui sejumlah kegiatan spesifik yang dilakukan perusahaan dan pengaruh kegiatan tersebut  terhadap pembeli. Diferensiasi tumbuh dari rantai nilai perusahaan. Sebenarnya setiap aktivitas nilai merupakan sumber potensial bagi keunikan.
Deferensiator berhasil meraih sukses dengan menciptakan keunikan lewat sejumlah aktivitas primer dan pendukung.
Perusahaan dapat melakukan deferensiasi lewat keluasan aktivitas atau lewat cakupan luas bersaingnya. Faktor yang membantu deferensiasi yaitu,
a         kemampuan melayani kebutuhan pembeli
b        Kesederhanaan pemeliharaan (praktis)
c          Kesamaan tempat yang dituju
d        Kesamaan tempat bagi pelayanan pelanggan
e         Keunggulan kompabiliitas dibandingkan dengan produk lain
e.1.        Penentu Keunikan
Ditentukan dalam sebuah aktifitas nilai oleh sejumlah penentu pokok (basic driver yang sejalan dengan  penentu biaya.
Penentu keunikan yang pokok telah disusun menurut derajat kepentingan sebagai berikut:
1.      Pilihan Kebijakan, oleh karena itu keunikan banyak di tentukan oleh kebebasan dalam penetapan pilihan kebijakan. Sejumlah pilihan kebijakan yaitu:
a.       Ciri dan kemampuan kerja produk yang di tawarkan
b.      Pelayanan
c.       Intensitas aktivitas yang di lakukan
d.      Isi aktivitas
e.       Teknologi yang di pakai
f.       Mutu masukan
g.      Prosedur yang mengatur tindakan pegawai
h.      Tingkat pengalaman dan ketrampilan
i.        Informasi yang di pakai

2.      Keterkaitan
Keunikan seringkali berakar pada keterkaitan yang ada dalam rantai nilai atau keterkaitan dengan pemasok dan saluran yang dipakai perusahaan.

3.      Pengaturan waktu
Keunikan dapat merupakan hasil dari waktu yang ditentukan oleh perusaah bersangkutan untuk mulai melakukan aktivitas.
4.      Lokasi
Keunikan dapat berakar dari lokasi.
5.      Hubungan timbale balik
Keunikan aktifitas nilai dapat timbul dari menjalankan aktivitas ini secara bersama-sama dengan unit-unit usaha yang berada dibawah satu perusahaan induk.
6.      Pembelajaran dan pelimpahan
Keunikan sebuah aktivitas dapat merupakan hasil dari belajar cara melaksanakanaktivitas ini dengan lebih baik.
7.      Skala
Skala besar dapat memungkinkan dilaksanakannya sebuah aktivitas dengan cara unik yang tidak mungkin dilaksanakan pada volume kecil
8.      Factor kelembagaan
Faktor kelembagaan kadang-kadang memainkan peran dalam membuat perusahaan menjadi unik.

G.                Biaya Diferensiansi
Perusahaan harus  mengeluarkan biaya tinggi untuk menjadi unik karena untuk mencapai keunikan perusahaan harus melaksanakan sejumlah aktivitas nilai secara lebih baik dari para pesaingnya.
f.1.          Nilai pembeli dan diferensiasi
Perusahaan yang berhasil melakukan diferensisasi selalu berusaha mencari cara menciptakan nilai pada pembeli sehingga menghasilkan harga premi yang lebih tinggi dari pada biaya ekstra yang telah di keluarkan.
f.2.          Nilai bagi pembeli
            Bagi pembeli, Perusahaan menciptakan nilai yang dapat dipakai untuk membenarkan harga premi (atau preferensi pada harga yang sama) lewat dua mekanisme, yaitu:[5]
a.       Dengan menurunkan biayaa pembeli.
Menurunkan resiko kegagalan pembeli setara dengan menurunkan biaya pembeli
b.      Dengan menaikkan kinerja pembeli.
Bagi pembeli berskala industry, pedagang, dan lembaga, diferensiasi mengharuskan perusahaan untuk secara unik mampu  menciptkan keunggulan bersaing bagi pembelinya dengan cara-cara lain disamping menjual dengan harga lebih rendah. Jika perusahaan mampu menurunkan biaya pembeli atau meningkatkan kinerja pembeli, maka pembeli akan bersedia membayar harga premi. Misalnya jika komponen yang disediakan pemasok suku cadang sepeda yang memiliki reputasi baik memungkinkan perakit sepeda meningkatkan diferensiasi dan karenanya menentukan harga tinggi, maka si perakit sepeda akan bersedia membayar premi bagi komponen itu. Demikian pula , mesin fotokopi merek “X” mampu menurunkan biaya pembuatan sejilid dokumen karena dilengkapi dengan alat pengumpan dokumen bersirkulasi ulang dan stapler otomatis. Hal ini menurunkan biaya pegawai pembeli dan berarti bahwa pembeli bersedia membayar harga premi bagi mesin fotokopi itu. Dalam kedua contoh di atas perusahaan yang bersangkutan mampu meningkatkan keunggulan bersaing pembeli meskipun tidak menjual produknya dengan harga lebih rendah.
c.       Menurunkan biaya pembeli
Apapun yang dilakukan perusahaan untuk menurunkan biaya total pembeli dalam memakai produk atau biaya lainnya yang harus dipikul pembeli merupakan landasan potensial bagi diferensiasi. Seringkali ada banyak cara untuk menurunkan biaya pembeli jika perusahaan memahami dengan baik cara pembeli memakai produknya dan bagaimana pengaruh aktivitas pemasaran dan penyerahan barang dan aktivitas lainnya atas biaya pembeli. Perusahaan dapat menurunkan biaya pembeli dengan sejumlah cara:[6]
·         Menurunkan biaya penyerahan barang, biaya pemasangan, atau biaya pendanaan
·         Menurunkan frekuensi pemakaian produk yang diperlukan
·         Menurunkan biaya langsung pemakaian produk, seperti tenaga kerja, bahan bakar, pemeliharaan, ruangan yang diperlukan, dan sebagainya
·         Menurunkan biaya tak langsung pemakaian produk atau dampak produk atas aktivitas nilai lainnya. Misalnya, komponen ringan dapat mengurangi biaya transportasi produk akhir
·         Menurunkan biaya pembeli dalam aktivitas nilai yang tidak berhubungan dengan produk fisik
·         Menurunkan resiko kerusakan produk dan dengan begitu, menurunkan biaya kerusakan produk yang telah dihitung oleh pembeli.
d.      Meningkatkan kinerja pembeli
Untuk meningkatkan kinerja (performance) pembeli, perusahaan perlu memahami kinerja yang diinginkan dari sudut pandang pembeli. Meningkatkan kemampuan kinerja pembeli berskala industry, pedagang, dan lembaga ditentukan oleh hal-hal yang menciptakan diferensiasi bagi pembeli. Jadi kebutuhan pembeli juga harus dipahami, dan untuk itu diperlukan analisis yang sama seperti nilai pembeli. Truk yang dijual kepada pembeli berupa perusahaan barang konsumsi yang kemudian memakainya untuk membawa barang ke toko-toko pengecer merupakan contoh yang baik. Jika toko-toko pengecer menginginkan truk yang mempunyai kapasitas angkut yang cocok untuk tujuan itu dengan harga yang wajar. Contoh lainnya adalah dalam menjual produknya kepada  produsen mobil, Velcro berhasil mencapai diferensiasi kareena alat pengikat buatannya lebih luwes dan memungkinkan dibuatnya berbagai pilihan desain interior bagi mobil yang disukai konsumen.
Bagi produk yang dijual kepada pembeli perorangan, meningkatkan kinerja pembeli merupakan hal yang ditentukan oleh kemampuan memuaskan kebutuhan mereka.
H.                Jebakan Dalam Diferensiasi
Sebagian besar  jebakan ini merupakan akibat tidak lengkapnya pemahaman tentang landasan yang mendasari diferensiasi atau biayanya.
Jebakan-jebakan itu yaitu:
1.      Keunikan yang tidak bernilai
Memiliki keunikan dalam sesuatu hal bukan selalu berarti bahwa perusahaan bersangkutan telah mencapai diferensiasi. Keunikan tidak mengarah ke tercapainya diferensiasi kecuali jika keunikan ini menurunkan biaya pembeli atau meningkatkan kinerja pembeli sebagaimana terlihat oleh pembeli itu sendiri seperti yang sudah dijelaskan di depan tadi. Tes yang baik untuk menilai sebuah keunikan adalah apakah perusahaan yang bersangkutan bisa menetapkan premi harga yang tahan lama dalam melakukan penjualan ke pembeli yang berpengetahuan mendalam. 
2.      Diferensiasi yang terlalu banyak
Jika perusahaan tidak memahami mekanisme dimana aktivitas mempengaruhi nilai pembeli atau persepsi pembeli tentang nilai, maka ada kemungkinan perusahaan ini mencapai diferensiasi yang terlalu berlebihan. Misalnya jika kualitas produk atau tingkat pelayanan lebih tinggi daripada yang dibutuhkan pembeli, ,maka perusahaan bersangkutan bisa rawan terhadap pesaing yang menyediakan produk yang kualitasnya pas dan harganya lebih rendah.
3.      Premi harga yang terlalu tinggi
Premi harga sebagai hasil diferensiasi merupakan hal yang di tentukan oleh nilai dan daya tahan diferensiasi itu. Pesaing yang mendiferensiasikan diri akan ditinggalkan oleh pembeli kalau premi harganya menjadi terlalu tinggi.
4.      Mengabaikan perlunya mengisyaratkan nilai
Mengabaikan kriteria pengisyaratan dapat membuat perusahaan yang bersangkutan rawan terhadap serangan pesaing yang menyediakan nilai tidak terlalu tinggi, tetapi memiliki pemahaman lebih baik mengenai proses pembelian pembeli.
5.      Tidak mengetahui biaya diferensiasi
Perusahaan sering kali tidak mengisolasikan biaya aktivitas yang mereka lakukan untuk mendiferensiasikan diri, tetapi malahan berasumsi bahwa diferensiasi mempunyai arti ekonomi. Jadi, perusahaan mengeluarkan uang lebih banyak bagi diferensiasi daripada yang bisa mereka peroleh kembali lewat premi harga, atau gagal mengeksploitasi cara-cara untuk menurunkan biaya diferensiasi lewat pemahaman tentang factor penentu biayanya.
6.      Berfokus pada produk, bukan pada seluruh rantai nilai
Sebagian perusahaan melihat diferensiasi hanya dari segi produk fisik, dan tidak mengeploitasi peluang untuk mendiferensiasikan diri pada segmen lain yang ada pada rantai nilai.
7.      Gagal mengenali segmen pembeli.
Kriteria pembelian pembeli dan susunan peringkatnya biasanya berbeda-beda antara pembel satu dengan yang lainnya sehingga akan muncul segmen pembeli. Jika perusahaan tidak mengenali adanya segmen ini, maka strateginya tidak akan memenuhi dengan baik kebutuhan pembeli sehingga hal ini membuat perusahaan bersangkutan rawan terhadap strategi fokus.





BAB III
PENUTUP
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar, tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan (secara nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari produk tersebut. Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive).
Esensi dari strategi diferensiasi adalah perusahaan dapat memberikan perbedaan yang lebih unik dari pada pesaing, sehingga dengan perbedaan itu konsumen memiliki nilai yang lebih tinggi.
Ada beberapa pembagian dalam strategi deferensiasi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang produk yang lebih baik, baik dari jenis prodak, pemasaran, sampai tempat yang digunakan untuk memajukan prodak tersebut.
Strategi diferensiasi bertujuan untuk menciptakan jurang terlebar antara nilai pembeli yang tercipta (dan, karenanya premi harga yang berhasil ditetapkan) dan biaya keunikan dalam rantai nilai perusahaan. Biaya diferensiasi akan berbeda-beda menurut aktivitas nilainya, dan perusahaan bersangkutan perlu memilih aktivitas yang kontribusinya pada nilai pembeli adalah yang terbesar relative terhadap biayanya.
Beberapa keuntungan yang di dapatkan dengan menggunakan strategi ini diantaranya adalah produk lebih mudah diingat para konsumen, Produk lebih unggul dibandingkan dengan produk lainnya, Harga Jual Produk lebih tinggi, Mengatasi masalah kejenuhan pasa, Membantu terciptanya image produk, Fleksibilitas produk yang lebih besar, sserta masih banyak keuntunganyang akan di dapatkan ketika kita menggunakan strategi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Gitasudarmo, Indriyo. 2001. Manajemen Strategi. Yogyakarta: BPFE
Jummaini. 2009. Jurnal: Pengaruh Strategi Diferensiasi Terhadap Keunggulan Bersaing Pada Distro Dan Butik Di Kota Lhokseumawe
Kertajaya, 2010. Connect,Surving New Wave Marketing strategy. Jakarta: Salemba Empat
Kotler, Philip. 1998. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga
Porter, Michael. 1994. Keunggulan Bersaing: Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul, Jakarta: Alih Bahasa Tim Penterjemah Binarupa Aksara
http://matakuliahekonomi.wordpress.com/tag/strategi-diferensiasi/ diakses pada tanggal 20 April 2013 diakses 20:34
http://mustamu.wordpress.com/2009/01/12/tipe-tipe-strategi/ diakses pada tanggal 02 Mei 2013, diakses 13:12
http://sondis.blogspot.com/2013/03/pengertian-strategi-differensiasi.html diakses pada tanggal 01 Mei 2013, diakses 21:15
                                                                                                             


[1] Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, (Jakarta, Erlangga, 1998) , hlm. 174
[2] Kertajaya, Connect,Surving New Wave Marketing strategy,(Jakarta, Salemba Empat, 2010)
[3] Jummaini, Jurnal: Pengaruh Strategi Diferensiasi Terhadap Keunggulan Bersaing Pada Distro Dan Butik Di Kota Lhokseumawe (Lhokseumawe, 2009)
[4] Ibid, hlm. 162
[5] Michael porter, Keunggulan Bersaing: Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul, (Alih Bahasa Tim Penterjemah Binarupa Aksara, 1994), hlm. 130
[6] Ibid, hlm. 134

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Harap Tinggalkan Jejak, Untuk sarannya